Candi Blandongan

Candi blandongan ini cocok untuk anak kecil, cocok untuk pembuatan film, vlog, berfoto-foto, joging, santai santai dan lain lain. Bagi umat hindu dan budha candi blandongan ini sering di jadikan tempat ibadah pada hari hari tertentu.
Catatan arkeolog: 
Situs candi Blandongan berukuran 110 x 38 m. Situs ini pertama kali di teliti pada tahsun 1992 oleh Puslit Arkenas (Pusat Penelitian Arkeologi Nasional ). Sampai tahun 1998 penelitian berhasil menampakan denah bangunan bujur sangkar dengan ukuran 25 x 25 m dan terdapat empat tangga naik di setiap sisi.
Di setiap tangga naik, terdapat 9 trap anak tangga. 
Dengan ukuran tinggi trap tangga 21cm, panjang 37 cm. Trap tangga tersebut terbuat dari Batu Andesit dengan ukuran tebal 8 cm, lebar 20 cm dan panjang 45 cm. 4 buah tangga tersebut,sekarang sudah selesai di pugar oleh Balai pelestarian peninggalan purbakala (Bp3 serang)
Tinggi situs candi Blandongan yang masih tersisa pada saat ini adalah sekitar 3,5 m. denah bangunan luar berukuran 25 x25 m ini merupakan tembok keliling sebuah bangunan candi yang merupakan satu kesatuan dengan bangunan inti. Dinding keliling bangunan candi ini terbuat dari Batu bata yang di susun rapih dengan menggunakan pola Copstrek ( panjang pendek ) di bagian luarnya. ketebalan tembok dinding candi ini adalah 1.75 cm.
Bagian keliling dinding luar terdapat hiasan-hiasan seperti pelipit datar, pelipit kumuda (haplon), pelipit sisi genta dan pelipit kerucut terpotong (gerigi) empat sisi dinding keliling bangunan ini sudah selesai di pugar. Di dinding luar di temukan sisa-sisa lepa yang berwarna putih, kemungkinan besar candi ini dulunya berwarna putih dengan ketebalan lepa 0.5 cm. Sisa-sisa lepa itu masih terlihat jelas di dinding-dinding candi Blandongan. 
Pada bagian dinding dalam terdapat halaman bata yang di lapisi oleh stuco. Stuco adalah sejenis beton dengan bahan kerikil di campur kapur dan tumbukan kulit kerang. Karena sudah termakan oleh usia lapisaan ini sudah terkikis dan lapisan batanya sudah banyak mulai terliat.